Badan
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan
status waspada level II untuk Gunung Api Kelimutu. Rekomendasi PVMBG
ini berdasarkan hasil pengamatan visual dan kegempaan, serta analisis
data sejak 4 Juni 2013, dimana status kegiatan Gunung Kelimutu dinaikkan
dari normal level I menjadi waspada level II. Demikian dijelaskan
Kepala PVMBG Bandung, Surono kepada wartawan usai Pemaparan Laporan
tentang Status Gunung Kelimutu dan Rokatenda di Lantai II Kantor Bupati
Ende, Rabu (19/06).
Surono
mengatakan jika terjadi perubahan aktivitas vulkanik Gunung Kelimutu
secara signifikan, maka tingkat kegiatannya dapat diturunkan atau
dinaikkan sesuai dengan tingkat kegiatan dan ancamannya. Hingga saat
ini, tambahnya, pemantauan terus dilakukan secara instensif, guna
mengevaluasi kegiatan Gunung Kelimutu. Surono juga mengatakan penetapan
status waspada untuk Gunung Kelimutu sudah dilakukan sesuai dengan
standar. Berdasarkan pengamatan visual yang dilakukan Badan Vulkanologi,
tanggal 3 Juni 2013 terjadi perubahan warna air Kawah II dari biru
menjadi putih kopi susu, asap muncul dengan tinggi 50 meter di atas
permukaan kawah, tekanan asap lemah sedang, di sebelah selatan kawah
terdengar suara desiran air (dekat dinding kawah I), bau gas belerang
tercium tajam. Pada malam hari , tercium bau belerang lemah sedang oleh
masyarakat Desa Pemo (3 km ke arah selatan dari kawah). Pada arah
selatan dan tenggara, dalam jarak 0,25 – 2 km tampak tumbuhan menjadi
layu.
Menurut
Surono, embusan gas belerang beracun berbahaya bagi kehidupan di
sekitar kawah. Dampak yang sudah kelihatan adalah daun-daun semak
belukar jenis tertentu mengering. Selain tanda-tanda alam ini, terjadi
perubahan warna air danau kawah II. Sejak tanggal 28 Januari 2013, air
danau kawah II berwarna hijau. Namun, sejak 6 Juni 2013, berubah menjadi
putih susu. Selain itu, penguapan air di permukaan danau dan bau
belerang tercium menyengat. Berdasarkan rekaman seismograf, terjadi
peningkatan kegempaan signifikan berupa gempa tektonik local.
Terkait status Gunung Kelimutu tersebut, kata Surono, PVMBG mengeluarkan beberapa rekomendasi. Pertama, masyarakat atau wisatawan tidak boleh mendaki atau mendekati kawah pada radius 2 KM dari puncak Gunung Kelimutu. Kedua,
masyarakat di sekitar Gunung Kelimutu tidak boleh melakukan aktivitas
di lembah-lembah sungai yang berhulu di puncak atau kawah Gunung
Kelimutu untuk menghindari potensi bahaya aliran lahar. Ketiga,
masyarakat di sekitar Gunung Kelimutu diharapkan tenang dan tetap
waspada, tidak terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Kelimutu. Keempat,
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi
dengan Pemprov NTT dan Pemda Ende tentang aktivitas Gunung Kelimutu.
Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD).
Surono
berharap kepada Pemerintah Kabupaten Ende untuk terus berkoordinasi
dengan Pos Pengamatan Gunung Api Kelimutu yang terletak di Kampung
Kolorongo, Desa Waturaka atau dengan PVMBG di Bandung. “ PVMBG tidak
pernah melarang masyarakat dan wisatawan. Yang melarang adalah
Pemerintah Kabupaten Ended an Taman Nasional Kelimutu sebagai penanggung
jawab dan pengelola kawasan Danau Tiga Warna Kelimutu, “ kata Surono.
Bupati
Ende Don Bosco M Wangge mengatakan tentang larangan kunjungan ke Danau
Kelimutu, pemerintah akan tetap menutup kunjungan ke Danau Kelimutu
sampai ada petunjuk lain dari Badan Vulkanologi. Menurut Bupati Don,
pemerintah akan tetap mengikuti rekomendasi dari para ahli yang
mengetahui pasti tentang kondisi atau aktivitas Gunung Kelimutu. Hal ini
penting untuk menjaga keselamatan masyarakat dan wisatawan yang
berkunjung ke Danau Kelimutu.
Bupati
Don mengatakan, pemerintah tetap mengutamakan keselamatan jiwa manusia.
Sebab, dalam kondisi berbahaya seperti ini, kita tidak sanggup melawan
kehendak alam. Kunjungan ke Danau Kelimutu akan kembali dibuka, jika
PVMBG memberikan rekomendasi dan menyatakan status Gunung Kelimutu sudah
kembali normal. (Anton Harus,Editor: Amandus Klau)
Sumber: Flores Pos


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !